Wordpress Blog of Rinus Muntu


Imigrasi Inggris Di Australia Pada Abad 19
June 2, 2009, 8:52 PM
Filed under: Essay

Inggris mulai memadati daratan Australia dengan imigrasinya pada abad 19 antara tahun 1850 – 1860 dikarenakan adanya penjelajahan emas di daerah New South Wales dan Victoria. Koloni Inggris yang sebenarnya berada di wilayah Victoria namun banyak pula orang – orang Inggris yang menempati wilayah New South Wales, Tasmania, dan Australia Selatan. Pada waktu itu terjadi semacam gold rush (masa – masa pekerja imigran datang ke daerah tujuan untuk menambang emas)

Orang – orang Inggris banyak memadati daerah New South Wales yang berdatangan dari wilayah Inggris Timur, terutama dari Cambridgeshire, di tahun 1852 dan 1855. Dan banyak pula warga Inggris berasal dari London di tahun – tahun pertengahan yang banyak menempati kota Melbourne di Australia dalam masa ladang emas.

Gold rush membawa banyak masalah pada masa kedatangan para narapidana yang dikirim oleh Inggris ke wilayah Australia. Lebih banyaknya jumlah pria daripada wanita menyebabkan masalah – masalah baru yang dapat melecehkan kaum wanita. Banyak dari mereka dibawa menuju Australia dari Inggris antara tahun 1820an dan pada masa gold rush sekitar tahun 1850an sebagai pemukim bebas (free settlers) dimana di daerah selatan juga berasal dari pedusunan negara.

Hanya sedikit imigran Inggris yang datang dari daerah industri di Inggris. Namun banyak sekali imigran – imigran yang berasal dari kaum marjinal yang datang dari selatan Inggris dan Irlandia. Hal ini menyebabkan sedikitnya industri manufaktur Australia dari arus urbanisasi Australia yang cocok. Pemerintah koloni pun tidak mau mempekerjakan para pemukim bebas yang berasal dari kota – kota yang miskin lantaran mereka hanya memiliki potensi dan kemampuan yang minim. Para penambang untuk Australia Selatan pada sekitar tahun 1840an diambil dari beberapa kota seperti Cornwall, Devon, dan Somerset.

Sewaktu itu banyak kekecewaan yang timbul yang diakibatkan oleh para imigran yang menyebabkan imigran yang berasal dari kaum marjinal ditolak di dalam kepegawaian, pelayan – pelayan yang berasal dari Irlandia menjadi tidak populer, dan yang paling mengenaskan adalah beberapa wanita dari Inggris dibawa ke Australia untuk dijadikan pekerja seks komersil. Warga imigran dari Inggris pun yang berasal dari pedusunan yang tinggal di Australia hanya sedikit yang berguna dan tidak memegang peranan penting.

Dari kaum imigran dusun sendiri merasa bebas dengan pindahnya tempat tinggal mereka dari Inggris ke Australia dan kehidupan desa mereka lebih didominasi oleh para petani dan sekaligus sebagai tuan tanahnya. Namun apabila para imigran dusun ini tidak senang dengan para tuan tanah yang telah mempekerjakan mereka tersebut, mereka dapat berpindah sesuai keinginan mereka. Walau sudah ada hukum tentang Master and Servant Acts dalam model Inggris telah dijalankan di daerah koloni di Australia, hal ini tidak terlalu efektif untuk dilaksanakan karena para imigran merasa sangat bebas.

Kesadaran pembangunan oleh pemerintah baru terlaksana 60 tahun setelah tahun 1788 berinisiatif untuk lebih tegas kepada para imigran yang menjadi pemukim bebas ini agar mereka bekerja lebih baik untuk membangun wilayahnya. Walaupun sebagian besar imigran berasal dari Inggris, namun ada juga sejumlah penduduk yang berasal dari Irlandia dan Skotlandia. Elit politik Australia berasal dari golongan Inggris dan Skotlandia yang memiliki latar belakang kerajaan.

Wanita juga memegang peranan penting dalam dunia imigrasi Australia, salah satunya seorang imigran wanita yang bernama Caroline Chisholm. Dia memulai kerja dengan membereskan para imigran di daerah pedusunan New South Wales pada 1840. Dia melanjutkan kerjanya di Inggris setelah tahun 1846. Yang menjadi pikiran utamanya adalah keluarga – keluarga para imigran harus bisa menetap.

Pekerjaan Chisholm ini adalah pekerjaan sukarela namun dia mendapatkan banyak resiko di Australia. Terjun langsung ke lapangan merupakan tantangan besar dimana Australia merupakan wilayah yang mayoritas penduduknya adalah kaum pria. Banyak penetap wanita di Australia dieskploitasi ke tempat dimana wanita berhenti berkegiatan secara keseluruhan. Wanita – wanita dari suku Aborigin juga dieksploitasi oleh para penetap disaat para wanita Inggris sedang tidak ada.

IMIGRASI DI AKHIR ABAD 19
Pada tahun 1875, di Inggris, Wales, dan Skotlandia merupakan tempat – tempat industri dan banyak urbanisasi. Hanya Irlandia yang masih menjadi berupa pedusunan walaupun memiliki populasi penduduk yang cukup besar. Untuk para pekerja, pemerintah masih melihat dari para penduduk dusun ini.

Kemudian pemerintah membuat program untuk menyamaratakan jumlah penduduk agar tidak terlalu padat. Victoria menjadi wilayah terpadat penduduknya disebabkan oleh gold rush. Pemerintah merencanakan untuk memindahkan penduduk menuju Australia Selatan, Australia Barat, dan Tasmania. Namun Australia Selatan masih ‘kaget’ dengan perpindahan penduduk ini begitu pula dengan dua daerah tujuan lainnya. Kebanyakan imigran Inggris memadati New South Wales dan Queensland.

Queensland pun menjadi cemas untuk mengisi lahan – lahan kosong dan akhirnya membangun agrikultur dengan membawa sektor – sektor kerja dari berbagai sumber. Tidak hanya imigran dari Britania saja yang datang ke tanah Australia, melainkan ada pula imigran – imigran yang berdatangan dari Cina yang memadati kota Cairns di wilayah Queensland yang menyebabkan kota tersebut memiliki sebutan China Town. Queensland juga kedatangan imigran – imigran lain dari wilayah Eropa lain seperti dari Jerman dan Skandinavia. Meskipun di Queensland memiliki banyak karakter kosmopolitan, wilayah ini masih terlihat sebagai wilayah Britania. Kota – kota yang banyak dipadati oleh imigran di Queensland adalah Brisbane, Townsville, dan Rockhampton. Dan disekitar kota Brisbane pun ada kota – kota pinggiran seperti Enoggera, Toowong, Moreton East, dan Oxley.

Berbeda dengan situasi di New South Wales yang jauh lebih padat kondisinya dibandingkan dengan Queensland dan memiliki industri pertambangan batu bara. Ada pula yang sudah menetap di Queensland namun berpindah menuju selatan dan wilayah Victoria seringkali menikmati migrasi Inggris dari tetangganya, New South Wales, tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. New South Wales juga menjadi tujuan wilayah imigran terfavorit dari Irlandia. New South Wales menjadi daerah tujuan bagi para pekerja industri terutama dari ladang batu bara. Beberapa wilayah Inggris juga memberikan andil besar bagi New South Wales seperti datangnya imigran – imigran dari kota – kota di Inggris; Middlesex, Yorkshire, Lancashire, Durham, Staffordshire, Warwickshire, dan Northumberland. Hal ini menandakan bahwa kedatangan imigran Inggris kali ini membawa dampak penting.

Sebenarnya ada juga imigran – imigran yang berasal dari Amerika Serikat dan Prancis, namun hal ini disudahi oleh pemerintah kolonial. Imigran – imigran ini datang sebagai pekerja industri dan pertambangan. Pada tahun 1877, perekrutan pekerja di New South Wales diambil dari wilayah Inggris juga yang menjadi kota pertambangan seperti dari Sheffield, Bishop Auckland, Wellington (Salop), dan Guinsborough (Yorkshire). Ada pula yang direkrut dari Bradford, Manchester, Newcastle, Leeds, dan Bristol. Mereka semua sangat mahir di dalam pertambangan batu bara.

Akhirnya pada tahun 1880an, imigran – imigran asal Inggris menjadi fondasi dari industri – industri di daerah koloni. Daerah pedusunan berubah menjadi daerah perkotaan seiring berkembangnya industri dan jumlah penduduk. Walaupun banyak imigran dari Inggris, namun diakui bahwa kualitas para pekerja jauh lebih baik yang berasal dari Skotlandia dan Jerman.

Karena makin banyaknya penduduk di Australia, para penguasa Australia cemas akan terjadinya lagi pengalaman – pengalaman pahit dari kaum pengemis dan kaum papa yang pernah terjadi di wilayah Australia di wilayah perkotaan. Namun, dengan majunya wilayah ini, sudah ada sedikitnya kehormatan bagi Australia dibandingkan dengan pikiran orang – orang di Australia yang berpikir bahwa wilayah Australia hanya sebagai tempat pembuangan narapidana – narapidana dari Inggris. Wilayah – wilayah di Australia pun menjadi lebih sejahtera. Kondisi – kondisi masa lalu Australia yang buruk telah menghilang sedikit demi sedikit. Pada akhir abad ke 19, para imigran – imigran tersebut telah menjadi keluarga – keluarga yang lebih berpendidikan dari sebelumnya.

PEKERJA, PENAMBANG, PEDAGANG, DAN PELAYAN LOKAL
Seperti yang telah dijelaskan, banyak sekali para imigran – imigran di Australia yang berasal dari British (Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia). Mereka semua berasal dari West Tarring atau biasa dikenal dengan wilayah Sussex pada tahun 1830an. Dan berasal pula dari desa – desa di Sussex seperti Beckley, Northiam, Salehurst, Bodiam, dan Ewhurst. Ada juga yang berasal dari wilayah Tackley (Oxon), Thirplow, Foxton (dari wilayah Cambridgeshire) pada tahun 1850an. Ada juga yang berasal dari Distrik Kent yang dibagi dari beberapa wilayah seperti Rolvenden, Sandhurst, Benenden, dan Woodchurch. Dari wilayah Somerset dikirim dari bagiannya seperti dari Ilchester yang mengirimkan banyak imigran pula.

Pada tahun 1873 banyak pekerja – pekerja perkebunan (agrikultur) direkrut dari Buckinghamshire dan desa – desa sekitarnya seperti Waddesdon, Long Gresdon, dan Aston Clinton. Setibanya di Australia, mereka bekerja menjadi pegawai – pegawai, agen pekerja, dan ada juga yang menjadi pendeta yang berkenan di hati imigran.

Banyak penambang yang tiba di Australia yang memang telah memiliki dan menguasai bidang pertambangan. Imigran yang bekerja sebagai penambang ini banyak direkrut dari perusahaan – perusahaan penambangan yang terjalin hubungannya antara Inggris dan Australia. Sebelumnya di Australia pun sudah berdatangan para penambang amatir karena adanya gold rush.

Para penambang Inggris terbagi menjadi 2 kelompok penambang; penambang logam dan penambang batu bara. Para penambang metal biasa didatangkan dari Cornwall, Somerset, Devon, Derbyshire, bagian utara Yorkshire, dan Cumberland. Sedangkan para penambang batu bara banyak didatangkan dari wilayah – wilayah lain di Inggris. Daerah – daerah penambangan batu bara di wilayah Australia banyak berada di wilayah Queensland seperti Newcastle, Wollongong, Ipswich (bukan yang di Inggris), dan Illawara.

IMIGRAN KELAS MENENGAH
Kebanyakan dari imigran kelas menengah ini datang ke Australia pada abad ke 19 dari Inggris dari kalangan pekerja pedalaman dan kaum urban. Bagian terpenting dalam memproduksi dan memplopori masyarakat tidak dicari dari kaum imigran kelas menengah ini. Hanya sedikit yang memiliki pekerjaan legal dari kaum ini dan kebanyakan anggotanya dari kalangan Protestan Irlandia. Para pengajar sring didatangkan dari Inggris dan berasal dari kalangan pendeta Anglikan, Methodist, Kongregasional, dan Baptis.

Wanita kelas menengah direkrut sebagai guru privat dan pekerjaan ini sudah terlalu banyak pelakunya namun kehidupan mereka lebih baik dibandingkan para pembantu biasa. Banyak pula dari kaum wanita kelas menengah ini yang bekerja dalam dunia kepegawaian.

WARISAN DARI ABAD 19
Australia dibuat pada abad 19, banyak kota – kota besar selain Canberra dan Gold Coast yang sudah mapan. Negara ini terbuka bagi semua daerahnya hingga ke daerah terpencil. Pada abad ke 19, sudah ada jalur kereta api yang menghubungkan antara pantai Queensland hingga Australia Barat. Hal ini terjadi karena kecakapan para pekerja dari Inggris sebagai kaum mayoritas yang bernaung dibawah keagungan Kekaisaran Britania bahkan mereka sudah cukup puas meskipun tidak tinggal disana.

Pada abad ke 19 juga, wilayah Britania Raya lebih ditujukan kepada orang Inggris. Orang Irlandia terlihat seperti mengalami kemunduran setelah masa kelaparan sekitar tahun 1840an. Orang Wales hanya sedikit dan terpencil di dalam kelompok khusus. Namun dari kalangan orang Skotlandia dapat mengimbangi meskipun banyak predikat buruk mereka di dalam kejahatan – kejahatan. Tetapi orang Inggris tetap menjadi dominan di dalam jumlah penduduk, kekuasaan industi, kemakmuran, politik, agama, dan pendidikan.

Hal tersebut tidak terjadi di Australia menjelang akhir abad ke 19 bahwa imigran – imigran dari Inggris dengan jelas berkelanjutan dari jumlah populasi. Pada tahun 1901, hanya 10,4% dari orang Australia yang lahir di Inggris. Orang – orang Inggris tidak lagi menjadi segalanya di Australia sejak abad ke 20.

 

Sumber:

http://www.dfat.gov.au/aib/history.html

http://www.questia.com/read/107174726?title=From%20White%20Australia%20to%20Woomera%3a%20%20The%20Story%20of%20Australian%20Immigration

http://www.immi.gov.au/media/publications/statistics/federation/timeline1.pdf

http://www.naa.gov.au/collection/explore/migration/index.aspx


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: