Wordpress Blog of Rinus Muntu


UAS Garis Besar Ilmu Politik – FIB UI
June 2, 2009, 9:30 PM
Filed under: Tugas, UTS, dan UAS

1. Jelaskan pengaruh Reformasi Gereja terhadap perkembangan politik modern di negeri barat!

Jawaban

Reformasi ini terjadi akibat banyaknya ketidakpuasan terhadap Gereja Katolik Roma pada saat itu. Ketidakpuasan ini terjadi di Bohemian, Inggris dan di tempat-tempat yang lain. Para pemimpin gereja pada masa itu hidup secara munafik dan bertentangan dengan Kitab Suci. Rakyat menyaksikan kerusakan moral gereja yang bahkan melebihi kerusakan moral dalam kalangan orang biasa. Tetapi rakyat tidak berhak mengkritik karena adanya anggapan bahwa para pemimpin adalah wakil Tuhan dan rakyat harus mentaati mereka. Keadaan ini membuat orang-orang mulai meninggalkan gereja, namun mereka tetap terikat oleh gereja sebab adanya pandangan yang mengatakan bahwa keselamatan hanya terdapat di dalam gereja dan di luar gereja pasti binasa. Pokok utama dari gerakan Reformasi Gereja yang diperjuangkan Martin Luther adalah suatu gerakan yang hendak mengembalikan kekristenan kepada otoritas Alkitab, dengan iman kepercayaan yang sesuai dengan prinsip – prinsip Wahyu Allah. Hal ini menyebabkan munculnya agama baru yaitu Kristen Protestan yang merupakan bentuk reformasi dari Gereja Katolik yang berpusat di Vatikan. Pengaruhnya di dalam perkembangan politik di Eropa adalah gerakan liberalisme, gerakan nasionalisme, dan gerakan demokrasi yang awalnya terjadi di Inggris kemudian merambah ke seluruh negeri di Eropa. Masa – masa ini juga bisa disebut masa “Rennaissance” yang berarti “Kelahiran Kembali” yang diambil dari Bahasa Prancis. Sejak saat itu, perkembangan pemerintahan di Eropa sedikit demi sedikit meninggalkan Kepausan Katolik Roma dan membentuk pemerintahan sendiri yang lepas dari Vatikan.

 

2. Jelaskan latar belakang munculnya liberalisme dan pengaruhnya terhadap perkembangan demokrasi!

Jawaban

Liberalisme adalah sebuah ideologi yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Liberalisme mencita – citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi yang relatif bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme. Liberalisme disebabkan oleh Reformasi Gereja yang dipelopori oleh Martin Luther pada abad pertengahan di benua Eropa. Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip “trias politica” yang membagi ketiga kekuasaan politik negara; eksekutif, yudikatif dan legislatif; untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip keseimbangan. Pengaruhnya terhadap demokrasi adalah paham demokrasi yang berkembang ini menjadi cukup lepas atau independen berdasarkan paham liberalisme tersebut. Pada praktiknya pun, demokrasi lebih mengikuti praktik dari kapitalisme (paham yang merupakan buah dari liberalisme).

 

3. Jelaskan perbedaan sosialisme, marxisme, dan komunisme!

Jawaban

Paham komunisme tercipta dari paham sosialisme yang dipelopori oleh dua filsuf Jerman yang bernama Karl Marx dan Friedrich Engel. Sosialisme memiliki pandangan dimana sistem ekonomi yang menentukan adalah kekuataan dari kaum buruh atau biasa disebut kaum proletar dan bukan dari para pemilik modal. Menurut sosialisme, buruh bukan merupakan objek yang hanya dijadikan alat bagi para pemilik modal dan pemilik perusahaan, tapi para buruh menjadi subyek yang dapat menentukan perekonomian dan politik di suatu negara. Paham komunis tersebar di negara – negara lain seperti Uni Soviet, RRC, Korea Utara, dan Vietnam Utara. RRC merupakan kerabat komunis Uni Soviet yang terbesar, tapi akhirnya mereka mengalami masalah satu sama lain karena ada perbedaan penerapan paham komunis. Uni Soviet menekankan paham pada komunis yang diilhami oleh kaum buruh. Namun RRC mendasarkan paham komunisnya pada kaum petani. Maka dari itu, Uni Soviet berkata bahwa RRC menyimpang dari paham komunis yang sebenarnya. Sosialisme adalah paham pembentukan negara persemakmuran dengan usaha kolektif yang produktif dan membatasi milik perseorangan. Pusat dari paham ini adalah pada masyarakat bukan pada individu sebagai suatu aliran paham tidak dapat dilepaskan dari pengaruh “liberalisme”. Inti dari paham sosialisme adalah suatu usaha untuk mengatur masyarakat secara kolektif yang berarti semua individu harus berusaha memperoleh layanan yang layak demi terciptanya suatu kebahagiaan bersama. Hal ini berkaitan dengan hakekat manusia yang bukan sekedar untuk memperoleh kebebasan, tetapi manusia juga harus saling tolong – menolong. Ciri utama sosialisme adalah pemerataan sosial dan penghapusan kemiskinan. Ciri ini merupakan salah satu faktor pendorong berkembangnya sosialisme. Hal ini ditandai dengan penentangan terhadap ketimpangan kelas – kelas sosial yang terjadi pada negara liberal. Sosialisme timbul sebagai reaksi terhadap liberalisme abad ke – 19. Pendukung liberalisme abad ke 19 adalah kelas menengah yang memiliki industri, perdagangan dan pengaruh mereka di pemerintahan besar akibatnya kaum buruh menjadi terlantar.

 

4. Jelaskan pemikiran – pemikiran positif Macchiavelli yang diterapkan dalam politik modern!

Jawaban

Niccolo Machiavelli adalah seorang filsuf pada masa Rennaissance yang berasal dari Florence, Italia. Karya – karya Niccolo Machiavelli telah menghasilkan banyak penafsiran, yang tidak jarang saling bertentangan. Bagi beberapa kalangan, pemikir dan penulis drama dari Florence ini adalah seorang amoralis, penganjur metode politik tanpa pertimbangan etika. Bagi kalangan yang lain, dia adalah seorang nasionalis yang meletakkan konsep dasar negara beserta alasan kehadirannya. Bagi sebagian kalangan yang lain lagi, Machiavelli bukanlah seorang pemikir yang dapat dipandang secara sederhana. Dalam sebuah hal di dalam pandangan kalangan ini, Machiavelli dapat dianggap sebagai pemikir besar serta seorang jenius yang mendahului jamannya. Tapi dalam hal lain lagi, ia bisa pula dikritik sebagai intelektual fasisme dan korporatisme, guru bagi para tiran. Meskipun beragam, penafsiran tentang Machiavelli memang baik, namun ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan bahwa dia adalah peletak dasar ilmu politik dan pemikir awal yang mendorong terjadinya proses sekularisasi (desakralisasi) politik.  Machiavelli berkata bahwa tujuan dia menulis bukanlah untuk mengatakan apa yang seharusnya. Ia ingin melihat dunia politik sebagaimana adanya. Proses kekuasaan adalah bagian dari kenyataan alamiah yang harus kita mengerti sebagaimana jika kita ingin mengerti dan mengungkap berbagai hal lainnya di dunia nyata. Motivasi keilmuan seperti inilah yang dapat digunakan sebagai dasar penafsiran “Il Principe”, buku yang dikarang olehnya. Memang betul bahwa buku ini secara eksplisit dimaksudkan sebagai sebuah kumpulan nasihat kepada Lorenzo sebagai penguasa kota Florence dari keluarga Medici. Tetapi melalui dasar penafsiran Machiavelli sebagai ilmuwan ini, maka Il Principe sesungguhnya bisa dimengerti lebih jauh dari hal itu, yaitu sebagai sebuah analisis yang dingin terhadap bekerjanya mesin politik dan proses kekuasaan yang riil. Tapi jelas bahwa dalam konteks sejarah pemikiran, analisis politik Machiavelli yang dingin itu merupakan sebuah pertanda dari terjadinya pergeseran paradigmatik dalam memandang politik dan organisasi kekuasaan. Lebih jauh lagi, desakralisasi politik Machiavelli seperti itu turut pula membuka jalan bagi munculnya berbagai pemikiran tentang demokrasi modern di abad ke – 17 dan abad ke – 18. Tokoh – tokoh peletak dasar konsep demokrasi modern, seperti Locke di Inggris, Montesqieu di Prancis dan Jefferson di Amerika, berangkat dari dasar seorang ‘Machiavellian’ dimana para penguasa adalah manusia juga yang memiliki berbagai kelemahan manusiawi, yang memiliki sejumlah ambisi serta nafsu untuk berkuasa terus – menerus.

 

5. Jelaskan hubungan fasisme dan nasionalisme!

Jawaban

Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Fasisme juga menimbulkan suatu rasa nasionalisme yang berlebihan dengan mengagungkan ras dari bangsanya sendiri sebagai ras yang paling hebat di dunia sehingga ras dari bangsa lain merupakan ras yang berkualitas rendah. Fasisme lahir di Italia dalam pandangan seorang pemimpin Italia yang bernama Benito Mussolini pada abad ke – 20. Dalam paham ini, nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat kentara. Kata fasisme diambil dari bahasa Italia, “fascio”, yang berarti seikat tangkai – tangkai kayu. Ikatan kayu ini lalu tengahnya ada kapaknya dan pada zaman Kekaisaran Romawi dibawa di depan pejabat tinggi. Fasis ini merupakan simbol daripada kekuasaan pejabat pemerintah. Sementara di Jerman, juga muncul sebuah paham yang masih bisa dihubungkan dengan fasisme, yaitu Nazisme pimpinan Adolf Hitler. Nazisme berbeda dengan fasisme Italia karena yang ditekankan tidak hanya nasionalisme saja, tetapi bahkan rasialisme dan rasisme yang sangat sangat kuat. Karena terlalu kuatnya nasionalisme sampai mereka membantai bangsa – bangsa lain yang dianggap lebih rendah. Negara – Negara lain yang juga menganut fasisme antara lain Spanyol dengan pemimpinnya Francisco Franco, Jepang dengan pemimpinnya Tenno Heika, dan yang terakhir adalah Argentina dengan pemimpinnya Juan Peron.

 

6. Jelaskan ciri pokok politik Islam dengan politik secara umum!

Jawaban

Ilmu politik tidak bisa lepas dari hubungannya dengan sejarah yang telah terjadi. Hal tersebut juga berlaku disetiap ilmu politik yang terjadi di dunia. Jika fenomena itu benar bagi suatu jenis pemikiran tertentu, dalam bidang pemikiran apapun, hal itu bagi pertumbuhan dan perkembangan teori – teori politik Islam amatlah jelas. Teori tersebut berkaitan amat erat dengan kejadian – kejadian sejarah Islam. Hingga hal itu harus dilihat seakan – akan keduanya adalah seperti dua sisi dari satu mata uang atau dua bagian yang saling melengkapi satu sama lain. Sifat hubungan di antara keduanya berubah – ubah dan terkadang pemikiran – pemikiran itu tampak menjadi penggerak terjadinya berbagai kejadian, dan terkadang pula kejadian – kejadian itu menjadi pendorong yang melahirkan beberapa pendapat itu. Terkadang suatu teori hanyalah sebuah bias dari kejadian yang berlangsung pada masa lalu. Atau suatu kesimpulan yang dihasilkan melalui perenungan atas suatu pendapat yang telah diakui pada masa sebelumnya. Atau bisa pula hubungan itu berbentuk lain. Sistem yang dibangun oleh Rasulullah Saw dan kaum mukminin yang hidup bersama beliau di Madinah tidak disangsikan lagi dan dapat dikatakan bahwa sistem itu adalah sistem politik “par excellence”. Dalam waktu yang sama, juga tidak menghalangi untuk dikatakan bahwa sistem itu adalah sistem religius, jika dilihat dari tujuannya, motivasinya, dan fundamental maknawi tempat sistem itu berpijak. Dengan demikian, suatu sistem dapat menyandang dua karakter itu sekaligus. Karena hakekat Islam yang sempurna merangkum urusan materi dan rohani, dan mengurus perbuatan manusia dalam kehidupannya di dunia dan di akhirat. Bahkan filsafat umumnya merangkum kedua hal tersebut dan tidak mengenal pemisahan antara keduanya, kecuali dari segi perbedaan pandangan. Sedangkan kedua hal itu sendiri, keduanya menyatu dalam kesatuan yang tunggal secara solid saling beriringan dan tidak mungkin terpisah satu sama lain. Fakta tentang sifat Islam ini amat jelas, sehingga tidak membutuhkan banyak kerja keras untuk mengajukan bukti. Hal itu telah didukung oleh fakta sejarah dan menjadi keyakinan kaum Muslimin sepanjang sejarah. Namun demikian, ada sebagian umat Islam sendiri, yang mengklaim diri mereka sebagai ‘kalangan pembaru’. Mereka mengklaim bahwa Islam hanyalah sekedar dakwah agama. Maksud mereka adalah Islam hanyalah sekedar keyakinan atau hubungan rohani antara individu dengan Allah. Dan dengan demikian tidak memiliki hubungan sama sekali dengan urusan yang dinamakan sebagai urusan materi dalam kehidupan dunia ini. Di antara urusan-urusan ini adalah: masalah peperangan dan harta, dan yang paling utama adalah masalah politik. Di antara perkataan mereka adalah: “agama adalah satu hal, dan politik adalah hal lain”.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: