Wordpress Blog of Rinus Muntu


Pengalaman Buruk Di Mikrolet Margonda
June 3, 2009, 12:47 AM
Filed under: Pengalaman

Kejadian ini terjadi pada hari Minggu, 8 Maret 2009. Saya terjebak dalam modus kejahatan di Margonda Raya. Sekitar pukul 11.00, saya bertolak dari tempat kost teman saya, Tanu, untuk pergi ke tempat dimana saya akan rapat kerja dengan suatu organisasi di daerah Haji Kucen, Kalimulya. Untuk pergi menuju tempat tersebut saya harus naik angkot apa saja menuju Terminal Depok, lalu dilanjutkan dengan menumpangi angkot D.10.

Saya berjalan dari Kutek (kukusan teknik) menuju Margonda melewati FT, FIB, PSJ, St. UI, dan Barel (balik rel). Tidak ada yang menarik dalam perjalanan tersebut. Setibanya di Margonda, depan es pocong, saya menyeberang jalan dan menunggu angkot di depan Kober. Saya melihat-lihat angkot yang bangku depan sebelah supirnya kosong karena saya sedang merokok dan tidak mau mengganggu penumpang lain yang berada di belakang karena saya sedang merokok.

Akhirnya saya mendapati angkot 112. Saya naik dan duduk di sebelah sang supir. Di dalam angkot tersebut sudah ada seorang perempuan remaja duduk di belakang, hanya sendirian, katakanlah dia Ms.A. Tak lama naik seorang pria setengah baya tampak seperti seorang kantoran, menurut saya dia bukan orang jahat, katakanlah dia Mr.B. Lalu naik lagi seorang kantoran setengah baya, menurut saya dia juga salah satu komplotan penjahat, katakanlah dia Mr.C. Dan bersamaan dengan Mr.C, naik pula seorang pria setengah baya namun dandanannya seperti tukang becak yang kusam, penjahat, katakanlah dia Mr.D. Agak jauh, naik lagi seorang pria setengah baya berbadan gendut besar, menurut saya di adalah seorang komplotan juga, katakanlah dia Mr.E.

Awalnya Mr.E naik angkot tersebut duduk di belakang, namun beberapa saat dia pindah ke depan dan menyuruh saya duduk di belakang. Akhirnya saya duduk di belakang diantara Mr.C dan Mr.B, karena saya pun juga ketakutan dengan Mr.E yang sangar. Diseberang saya ada Ms.A dan Mr.D.

Di belakang, Mr.D membagikan sebuah kertas bertuliskan penawaran jasa pijat refleksi. Dia membagikan kertas itu kepada saya, Ms.A, Mr.C, dan Mr.B. Awalnya Mr.D mempraktekkan jasanya itu kepada Mr.B namun hanya sebentar, Mr.B pun terlihat kebingungan karena Mr.D tiba-tiba memijit begitu saja. Setelah itu Mr.D beralih memijit kepada saya. Bodohnya adalah saya tidak menyadari bahwa saya sedang dibuat lengah oleh sang penjahat, Mr.D. Dia terus memijit kedua kaki saya dan tangan kanan saya. Sambil memijit, dia bertanya pada saya kalau saya suka olahraga apa. Saya menjawab kalau saya tidak suka olahraga. Setelah memijit, Mr.D menyuruh saya untuk melihat no.32 pada kertas yang dibagikan olehnya, lalu dia turun dari angkot.

Di dalam kertas tersebut tidak ada penomoran sama sekali, yang ada hanyalah point-point yang ditunjukan dengan tanda titik, bukan dengan nomor. Mr.C bertanya pada saya; “No.32 yang mana ya mas?” lalu saya jawab tidak tau karena saya malas melihat kertas tersebut, saya fokus pada perjalanan. Setelah jalan beberapa saat. Mr. E berkata pada saya; “Mas, hp nya diambil sama yang tadi mijit.” Sebagai seorang manusia, saya refleks memeriksa isi kantong saya, ternyata benar hp saya telah hilang, Nokia 3120 classic. Dengan bodohnya saya turun angkot dan mencoba mengejar. Setelah kira-kira 5 detik saya turun, saya ingin melihat angkotnya dan menghafalkan plat no angkot, tapi angkot tersebut sudah pergi bagaikan hantu. Saya pun kehilangan arah, tidak tau harus menghubungi siapa karena semua data saya hanya ada di hp. Saya hanya hafal no tlp rmh saya, ibu saya, dan 2 orang teman saya.

Saya melapor polisi namun hasilnya nihil. Akhirnya saya menelepon salah satu teman saya dari wartel di dekat Terminal Depok dan bercerita kalau hp saya baru digondol orang. Saya meminta tolong dia untuk menelepon hp saya dan bernegosiasi dengan si pencuri, hasilnya pun nihil.

Jadi, saran saya adalah:
1. Jangan taruh hp di kantong celana maupun baju
2. Jangan bermain hp di mikrolet
3. Hati-hati dengan orang-orang yang sok menawarkan jasa
4. Jangan panik dalam keadaan ini

Semoga tidak ada lagi korban seperti saya. Terima Kasih.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: